-1 Tahun Kemudian-
Kkong Kkong,, Dang Dang,, aku bisa mendengar suara Hani menaiki tangga.
Suara Hani kembali memenuhi kekuatanku, bibir ku diam-diam membentuk senyuman.
"Aku pulang", kata Hani dengan suara muram (rendah energi, lemah).
Pada tahap akhir Hani belajar untuk tes nya yang membutuhkan banyak kekuatan bahkan melindungi dia dari sisi yang menyedihkan.
Whoo ~ Dia datang ke sebelah ku dengan menghembuskan napas mendesah.
Suara detak jantung Ha Ni terdengar Dari punggungku yang membuat ku merasa baik.
Diam-diam aku mengangkat tangannya dan memberikan ciuman di belakang tangannya.
Sebuah ciuman hangat dia balaskan ke daun telinga ku.
Tindakan singkat ini bisa menghilangkan kelelahan.
"Apakah benar2 sulit?"
"Yeah."
Pasti sangat sulit namun dia mengatakan tidak.
"Segera mandi dan segera istirahat!"
"Tidak, aku harus belajar lebih banyak lagi. Besok adalah tes terakhir".
"Apakah kau ingin dibantu?"
"Tidak, aku akan melakukannya sendiri"
"Ada apa dengan itu? Kau tidak meminta bantuan saya. "
"Pasti sangat sulit untuk mu juga? Aku dengar kau ada tes sistem saraf besok"
Aku tergerak oleh air mata (Ini adalah bentuk ekspresi-Dia (Baek Seung Jo) merasa tersentuh).
Hari ini aku lihat orang ini berpikir dalam dan terlihat usahanya untuk untuk berusaha sendiri.
Untuk orang jenius seperti aku, pelajaran mengerikan sekolah kedokteran hanya sedikit melelahkan.
Bahan pelajaran sekolah kedokteran sangat banyak, sehingga tidak ada yang belajar sendiri.
Entah membentuk kelompok dan berbagi informasi dengan satu sama lain atau meminjam catatan kakak tingkat dan belajar dari itu.
Ada banyak hal yang harus diingat.
Aku bersyukur atas nama cinta untuk mengenali dan mempertimbangkan ini.
"Ha Ni, lanjutkan setelah kau makan camilan ini. Ya Tuhan, Bagaimana mungkin bisa begitu sulit?
Hanya memiliki anak yang hidup nyaman dan manis sebagai gantinya. "
Ketika aku tertidur diam-diam ibu masuk.
Ibu hari ini sibuk menyiapkan makanan malam terlambat untuk Ha Ni. Pada tingkat apapun Hani ku akan menjadi babi.
"Ya, Terima kasih. Anda tidak perlu melakukan ini, Anda bahkan tidak bisa tidur, Jika saya lapar saya akan mencari sendiri".
"Tidak, tidak boleh! Ini adalah cara hidup ku. Aku hidup begitu lama tanpa bersenang-senang seperti saya mengangkat dua saudara kandung kaku "
Tentu saja ibu akan mengatakan sesuatu.
Ook! Tiba-tiba Ha Ni muntah. Ada apa ini?
"Apakah ada yg salah dengan rasanya? Apakah tidak enak?Aku akan membuatkannya lagi"
"Tidak, ini pasti karena aku merasa kurang baik. Pasti karena aku terlalu lelah"
"Kau ... pasti akan punya kesempatan baik"
Pikirani Ibu semakin menjadi. Aku lebih baik menghentikannya smp disini.
"Ibu! Tolong berhenti bicara dan pergilah ke bawah untuk tidur. Aku harus berangkat pagi2 sekali. Kau tidak perlu berbicara tentang hubunganmu dengan mertuamu ataupun dengan menantu mu krn semua org sudah tahu."
"Oh? Apakah kau terbangun karena aku? Maaf! Ha Ni! Jika kau tidak merasa baik segeralah minum obat"
Ibu merendahkan suaranya memohon pada Ha Ni dan segera pergi ke bawah.
Setelah mendengar beberapa kali alarm jam berdering Ha Ni tetap tidak terbangun.
"Bukankah sudah waktunya kau untuk pergi ke sekolah? Kau harus bangun! "
Baik, Ha Ni mengatakannya tapi saat ia menoleh ternyata dia tidak memiliki kekuatan dalam suaranya. Saat aku meletakkan tangan ku di dahinya ternyata dia demam.
Ketika aku memeriksanya dengan seksama, aku lihat ada lingkaran hitam di bawah matanya dan wajahnya terlihat tidak baik hari ini.
Sepertinya dia sakit.
"Tampaknya kau demam jd sebaiknya pergilah ke rumah sakit."
"Baiklah, setelah dari sekolah, aku akan ke rumah sakit dan langsung pulang ke rumah"
<Oh Ha Ni>
"Apa yang harus kulakukan? aku hamil, aku belum menjadi perawat dn belum mencapai apapun.
Pertama kalinya menjadi seorang ibu. Aku merasa seperti orang bodoh.
Seung Jo juga sedang sibuk belajar dan tiba-tiba jika dia tahu akan memiliki bayii pasti akan menjadi sangat sulit, kan?
Jika ibu tahu dia pasti akan menyuruhku berhenti belajar.
Apakah aku harus menyerah pada mimpiku seperti ini? Apa yang harus aku lakukan?
Aku bingung antara tidak bisa mencapai mimpiku untuk menjadi seorang perawat dengan memiliki bayi cantik.
Setelah dia datang, ibu menanyaiku.
Tampak jelas bahwa dia mengantisipasi sesuatu.
Aku hanya bilang kalau aku sakit perut dan langsung naik ke atas.
"SeungJo, Cepatlah datang. Apa yang harus ku lakukan?"
Meskipun aku sabar menunggu tetap saja Seung Jo pulang terlambat hari ini.
siswa lainnya dari kelompok belajar tinggal bersama, tetapi karena Seung Jo sudah menikah maka dia pulang meskipun terlambat.
Akankah dia bahagia jika tiba-tiba kami mempunyai bayi di tengah-tengah ujian dn kesibukan?
Sambil menunggu Seung Jo beberapa pikiran mengganggu pikiran ku.
"Aku harus menunggu sebentar dan memberitahunya setelah ujian kami selesi. Selain itu kalau aku mengatakannya sekarang konsentrasi belajarnya akan terganggu. Nak, ibu minta maaf! Bukannya ibu tidak bahagia, hanya saja ibu dan ayah agak sibuk. Maaf kan ya nak.."
<Baek Seung Jo>
"Apa yang mereka katakan di rumah sakit? Apakah kau baik-baik saja?"
"Ya"
"Minggu depan ini ujian, apakah kau yakin?"
"Ya, aku pasti akan melaluinya! Untukku, untukmu dn untuk bayi kit.." Hmmph!"
Ha Ni berbicara namun tiba-tiba menutup mulut dengan tangannya dan berhenti bicara.
"Apa?"
"Ah, gak ada apa-apa."
"Bodoh, kau sudah bekerja keras cantik, Ha Ni ku! Penderitaan tinggal beberapa hari lagi. "
Membayangkan Ha Ni diam membelai rambutnya dalam pelukanku, Aku memeluknya.
Hembusan nafas lembut Ha Ni sangat terasa di dadaku.
Aku merasa tenang setiap hari disisi Ha Ni.
Seperti cahaya kembang api secara perlahan, pertama pada dahi, kedua pada daun telinga, aku menciumminya.
Perlahan menjadi hangat. Seperti melelehi Ha Ni meringkuk ke dalam pelukanku.
Hembusan nafasnya semakin cepat yang membuatku ingin lebih dalam memeluknya, tapi dia mendorong ku menjauh.
"Apakah ada yang salah? Apakah kmu tidak suka? Sudah lama? "
"Mungkin karena aku sedikit lelah, maaf, mungkin karena tes aku tegang."
Aku merasa gelisah dan terluka, tapi melihat Hani benar-benar lelah membuat rasa kasihanku muncul.
"Kalau begitu, biarkan aku memelukmu dan tidur."
Mengapa dia seperti ini, apakah benar-benar karena ujian? Sepertinya dia mengkhawatirkan sesuatu hari ini, sepertinya dia mengalami banyak tekanan karena ujian, aku harus menghiburnya bagaimana pun caranya.
<Oh Ha Ni>
Meskipun aku berada dalam pelukan hangat Seung Jo dan mendapatkan ciuman aku tidak bisa menghilangkan kekhawatiran yang seperti pasak datang menusuk.
Apa yang harus dilakukan? Dapatkah seseorang seperti aku menjadi ibu yang baik?
Aku bukan orang berkepala tenang, berotak cerdas, rawan kecelakaan dan bagaimana jika aku juga tidak bisa menemani anak ku seperti yg terjadi pada ibuku?
Aku tidak pernah ingin memikirkan hal ini tetapi ini terus menumpuk dan memberi ku kekuatan.
"Seung Jo" Apa yang harus aku lakukan?. Aku ingin menjadi seorang ibu setelah aku mencapai mimpiku dan menjadi orang yang hebat. Setelah terjadi seperti ini- apa yang harus kita lakukan? Oh Ha Ni! Berhentilah khawatir dan rajinlah belajar! "
<Baek Seung Jo>
Aku pikir dia sudah tidur tapi diam-diam Ha Ni melepaskan dirinya dari pelukanku dan duduk di depan meja terlihat menyedihkan.
Siput Nabi Nuh menunjukkan ketekunan yang besar untuk memenuhi mimpinya, aku merasa bangga pada Oh Ha Ni tapi melihat dia menderita, sebagian dari hatiku seperti teriris-iris dengan pisau.
Aku melihat dia belajar dari belakang tanpa berkata apa-apa. Berjuanglah siputku, Oh Ha Ni
Sesaat kemudian kepalanya jatuh ke sisi meja dan meskipun waktu berlalu dia tidak bangun.
"Dia pasti tertidur meskipun ia tidak bisa terjaga sampai larut malam '
Angin mulai bertiup.
Memikirkan kemungkinan dia akan bangun, diam-diam aku menggendongnya dan membaringkannya di tempat tidur, setelah membuat soal-soal yang kemungkinan akan keluar, memeriksa hal yang mungkin salah dan memeriksa hal yang mungkin kau perlu mengetahuinya. Ini adalah hadiah kecil ku untuk mu yang lelah.
<Oh Ha Ni>
Akhirnya hari ini ujian.
Sekarang anakku dan aku telah melaluinya.
Karena kami berdua belajar anakku harus menderita juga, ketika saya menarik perut saya sedikit, terasa sakit sekali.
Aku minta maaf karena aku telah mengejutkanmu nak, maaf sekali nak dan sekali lagi aku menarik perut semuanya akan baik-baik saja.
Kau harus sangat tulus karena kau akan menjadi seperti aku.
Kau akan sangat dingin jika kau menjadi seperti Seung Jo.
Tunggu, bagaimana jika kau seperti aku sehingga kau tidak cerdas?
Tidak nak, milikilah otak Seung Jo dan warisilah kepribadianku.
Kumohon,, aku benar-benar memohon padamu nak!!!
Melakukan yang terbaik pada ujian, kata-kata tumpul Eun Jo.
Ha Ni! Setidaknya butuh pil untuk membersihkan hati mu, kata-kata ibu jika khawatir.
Makan siang ku hangat bersama ayah ku, menepuk punggung ku, satu-satunya ayah
Semua orang berkumpul berdesak-desakkan dan dengan cepat datang ke papan pengumuman hasil ujian.
Tapi kenapa aku merasa pusing? Ini tidak boleh terjadi, Aku harus kuat.
Nak! Mari kita saling menguatkan. Berjuang untuk mu juga. Seung Jo! Beri kami kekuatan.
<Baek Seung Jo>
Aku sudah menunggunya di depan tempat ujian, memikirkan aku lebih baik membawanya keluar untuk makan sesuatu yang enak.
Untungnya cuaca tidak dingin. Kau pastinya melihatku dari jauh seperti terangnya senyummu dn berlari.
Apakah kau merasa baik-baik saja?
Senyum yang mengisi hatiku seperti pemandangan musim semi dan bunga bermekaran kau datang padaku.
Sesaat hatiku berdebar dan merasa konten, tiba-tiba Ha Ni pingsan di depan ku.
Tiba-tiba hati ku tersa hancur.
"Karena terlalu banyak tekanan yang diterima oleh sang ibu sehingga dia menderita. Bayinya juga menderita, jadi sebagai suami, tolong lakukan sesuatu agar ibunya tidak stres."
Ibu? Aku merasa sepertinya ada seseorang yang memukul bagian belakang kepala ku dengan palu.
"Apakah kau sudah tahu?"
"Iya"
"Bodoh, mengapa kau tidak memberitahu ku?"
"Karena kau sedang belajar, dan aku juga belum siap"
Suara canggung dan ragu-ragu keluar.
"Apakah kau sedang mencoba menggugurkannya?"
Ha Ni pasti sangat terkejut mendengar suara marahku, sehingga dia membelalakkan mata besarnya, mengangguk dan berkata ini sambil menangis.
"Aku ... pikir ini akan menjadi gangguan ketika kau belajar, setelah kami selesai dengan ujian kami ..."
"Mengapa kau tidak percaya padaku? Kau tanggung sendiri penderitaanmu dan aku bahkan tidak tahu kau tertawa seperti orang bodoh? Mengapa kau membuat ku menjadi orang jahat ~! "
Melihat air mata yang hendak jatuh dari mata Ha Ni, aku berhenti mengatakan komentar tajam.
Mengatakan kata-kata ini walaupun aku tahu kemungkinan bayinya mendengar dan sementara itu mengabaikan mata Ha Ni.
Baek Seung Jo. Kau punya kesempatan untuk pergi ...
Sambil menundukkan kepalanya, air mata nya jatuh, dengan wajah ketakutan dan suara bergetar ...
"Bukan it ... itu,, tapi jika ibu tahu ... berhentilah belajar ... berhenti ... dia bisa bilang begitu. Aku benar-benar ingin menjadi perawat dan menjadi istri yang baik untuk mu. .. (Sesenggukan). "
Ha Ni setengah menangis dengan kata-kata setengah merengek dan tugas untuk bayi telah membebani hati saya.
Jika ia bertemu dengan pria normal maka bayinya tidak akan menderita seperti ini dan akan puas dengan apa yang dia miliki...
Jika saja aku lebih peduli padanya ...
Seseorang yang akan menjadi dokter tidak tahu bahwa istrinya sendiri sedang hamil dan meninggalkan menderita seperti ini ...
Sesekali seperti sebuah gelombang pasang naik yang mencekikku.
Dengan diriku sendiri apa yang bisa aku lakukan untuk mengatasi hal ini dan kenyamanan bayi?
Kata-kata saya minta maaf tidak keluar, aku merasa kecil dan lusuh, dan yang bisa kulakukan hanya memeluk Ha Nii.
Dan saat aku harus tenang semua kesedihanku keluar sekaligus, menangis sedih selama beberapa saat.
Berapa lama tubuh kecil bisa menahan sakit?
Sebagai seorang suami yang bodoh dimarahi air mata membuat rasa sakit keluar.
Air mata dari seorang suami yang membiarkan istri yang dicintainya menderita sendirian keluar dari mataku.
"Sejujurnya aku khawatir dengan rasa takut. Aku takut bahwa aku tidak akan mampu melindungi anak ku seperti ibu ibuku."
Aku rasa kau lebih menderita dari yang aku bayangkan.
"Tidak apa-apa. Kau memiliki aku. Aku pasti akan melindungi mu. Tidak peduli apa aku akan membiarkanmu meninggalkan ku dulu, jadi jangan khawatir. Oke? "
Sebuah janji dan ciuman.
Kuhapus Air mata di atas pipinya dan di atas bulu matanya.
Air mata di atas dahi lebarnya juga...
Mulai sekarang jangan menangis sendiri.
Dengan menelan semua air mata pahit mu, aku telan semua rasa sakit mu...
Waktu yang kesepian di dalam air matamu aku minta agar kau menghapusnya.
Perlahan tangisan Ha Ni mulai mereda.
Dengan wajah penuh air mata dia mengatakan padaku, "Kita masih harus memberitahu orang tua?"
"Tidak, dengan agresivitas ibu kita tidak tahu bagaimana dia akan bereaksi dan kita harus menunggu sampai hasil tesnya keluar.
Setelah kita lulus dia tidak bisa menyuruh kita untuk berhenti belajar.
Ketika kau hamil aku rasa kau ingin mencoba sesuatu yang baru, apa kau menginginkan sesuatu? "
"Apakah kau akan langsung membelikan apa yang aku inginkan?"
"Tentu saja!"
"Sejauh ini belum pernah satu hari pun kau melakukannya."
Dia bertanya seperti tidak percaya dengan mata berkilat.
Apakah aku benar-benar menyukainya? Ini bukanlah sesuatu yang aku pikirkan sebelumnya.
Meskipun aku mengatakan aku mencintaimu, aku mengabaikan hal-hal kecil yang kau lakukan untukku.
Sekali lagi aku minta maaf. Mengapa cinta berarti mengatakan maaf?
Kapan kau pikir akan tiba hari dimana cinta cukup efisien untuk tidak mengatakan maaf?
"Aku ingin makan strowberi. Adakah strowberi di bulan November? "
"Pasti ada kalau di rumah strowberi. Aku akan membelinya! "
Untuk sekali saja aku ingin mencoba dan mengimbanginya sehingga aku keluar jalan di angin bulan November.
"Bu, Lihat kakak! Mengapa dia menyembunyikan stroberi yang dia beli dan berlari begitu cepat? Sangat memalukan, dia pergi cepa-cepat karena dia mengira akan ada seseorang yang mencurinya? "
"Apa? Stroberi? "
Dari belakang aku mendengar EunJo mengungkapkan keraguan dan suara ibu mulai muncul.
Seharusnya aku menyembunyikan mereka dulu dan baru kemudian masuk
"Ini, sudah kubeli strowberinya."
"Ternyata lebih lama dari yang kupikirkan, apa tidak ada disekitar sini?"
"Ya, disekitar sini tidak ada, jadi aku harus pergi ke super market.
Aku rasa aku sudah ketahuan Eun Jo, jadi cepat makanlah!."
"Benarkah? Jadi kami berdua harus menghabiskannya?"
"Tidak usah membaginya! kau habiskan semuanya sendiri. Apakah ada lagi yang ingin kau makan?"
Tiba-tiba saja hatiku merasa jika mata Ha Ni bersinar seperti bulan terang.
Cahaya bulan itu menerangi hatiku dan menyebar keseluruh tubuhku.
"Ha Ni! Seung Jo!"
Ibu sangat cepat dan suaranya seperti menghantam bagian belakang kepalaku.
"Apakah kalian berdua menyembunyikan sesuatu? Jawaban sebenarnya ~ Ha Ni sedang hamil, benar? "
Terjebak keingintahuan membuat satu kata bodoh keluar.
"Ya",
"Benar? ternyata firasat ku ~! HA HA HA Mengapa Kalian menyembunyikan hal membahagiakan ini?
Aku merasa sakit hati. "
"Sejujurnya ... aku ... pikir ibu akan mmenyuruhku untuk berhenti belajar"
Seberapa menyesalpun Ha Ni, ibu tidak meresponnya dan tanggapannya hanya dengan menundukkan kepala.
"Hei, Mengapa aku tidak mengizinkan mu belajar? Usaha mu belajar keras akan sia-sia, ketika keinginan mu dimulai itu akan istirahat sehingga tidak apa-apa, dan pada saat bayinya lahir di bulan Agustus akan istirahat lagi, jadi sangat sempurna!
Seung Jo, seperti yang diharapkan kau sangat jenius untuk mengatur waktunya.! "
Dalam sekejap ibu sudah menjadwalkan segalanya.
Dia selalu sibuk. Meskipun itu terlalu cepat tapi tidak masalah.
"Jangan pernah menkhawatirkan apapun dan lahirkan saja bayi yang sehat.
Ibu akan mengurus semuanya "
"Jangan pernah memakaikan bayinya dengan baju perempuan lagi."
"Tidak! Ibu tidak akan pernah melakukan hal itu lagi.
Ha Ni akan melahirkan seorang gadis cantik? Ya kan Ha Ni?"
"Apa yang sedang kau lakukan? Cepat hubungi ayah mu."
"Eun Jo! Kau juga, pikirkan beberapa nama bayi"!
Ah, kita harus mengambil foto perayaan! "
Suara dengungan keluar dari ibu yang diikuti oleh kebahagiaan yang memenuhi seluruh rumah.
Kesengsaraan yang awalnya datang kini telah telah disinari dengan kebahagiaan.
untuk mu juga nak,,,