cuap,, cuap,, cuap,, tulis,, tulis,, tulis,, mari berbagi informasi,,

My LoveLy Sukkie

My LoveLy Sukkie
SarangHeyo Sukkie

Senin, 06 Desember 2010

SkripsiKu


ABSTRAK

Istianah, Binti. 2010. Kajian tentang Kualitas Mikrobiologi Air Minum Berdasarkan Lama Penyimpanan dan Pemakaian Alat Simpan yang Berbeda Ditinjau dari Nilai MPN Coliform. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof.Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd., (II) Sitoresmi P., S.Si.,M.Si.

Kata kunci: air minum, lama penyimpanan, alat simpan, Nilai MPN Coliform.

            Air merupakan zat yang mutlak bagi setiap mahluk hidup, dan kebersihan air merupakan syarat utama bagi terjaminnya kesehatan. Manusia membutuhkan air yang bersih untuk kelangsungan hidupnya. Di lain pihak, air yang tersedia sering tidak memenuhi syarat baik kualitas maupun kuantitasnya. Sebelum dikonsumsi atau diminum, air sebaiknya dimasak terlebih dahulu, hal ini bertujuan untuk membunuh mikroorganisme yang ada dalam air. Menurut kebiasaan masyarakat air yang telah dimasak selanjutnya dimasukkan dalam alat simpan untuk mempermudah mengkonsumsi dan menyimpan air agar tahan lama. Beberapa macam alat simpan air minum yang biasa digunakan oleh masyarakat, ialah: wadah plastik, kendi dan ceret alumunium. Lama waktu penyimpanan air minum juga bervariasi. Bakteri kontaminan dapat mencemari air minum yang disimpan sehingga tidak layak dikonsumsi. Tujuan dari penelitian ini ialah; untuk mengetahui kualitas mkrobiologi air minum berdasarkan lama penyimpanan dan pemakaian tiga macam alat simpan air minum yang berbeda ditinjau dari Nilai MPN bakteri Coliform.
            Jenis penelitian ini ialah deskriptif observasional dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Variabel bebas pada penelitian ini adalah lama penyimpanan air minum, yaitu 0 hari, 1 hari, 2 hari dan 3 hari; dan pemakaian 3 macam alat simpan air minum yang berbeda, yaitu wadah plastik, kendi dan ceret alumunium. Variabel terikat ialah kualitas mikrobiologi air minum berdasarkan Nilai MPN bakteri Coliform. Sampel air minum diperoleh dari air sumur yang berasal dari rumah di jalan Sumbersari Malang, yang telah direbus sampai mendidih, dibiarkan sampai dingin, lalu dimasukkan ke dalam alat simpan air minum. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang, mulai bulan Januari sampai April 2010. Data Nilai MPN (Most Probable Number) Coliform dianalisis secara deskriptif dan dirujukkan pada standar dari  SK DIRJEN POM No.03726/B/SK/VII/89, yaitu batas maksimal nilai MPN Coliform air minum ialah < 3 sel/mL untuk penentuan kelayakan konsumsi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas mikrobiologi air minum terbaik ialah air minum yang disimpan dalam wadah plastik dengan nilai MPN Coliform 4,7 sel/mL dengan batas penyimpanan maksimal 2 hari, diikuti dengan air minum yang disimpan dalam ceret alumunium dengan  nilai MPN Coliform sebesar 6,4 sel/mL dengan batas penyimpanan maksimal 2 hari, dan yang paling buruk ialah air yang disimpan dalam kendi dengan  nilai MPN Coliform terbesar, yaitu > 83,34 sel/mL dengan batas penyimpanan maksimal 1 hari.                                                                                                                                 


Minggu, 05 Desember 2010

Special Baek Seung Jo's Diary Epilog part 2

Seperti terbenamnya matahari yang mengembalikan fajar gelap.
Seekor burung laut terbang di garis pisah antara langit dan laut.
Sepertinya aku mendengar suara ban sepedaku mengenai angin laut musim gugur yang membuat ku merasabaik,,

"Dokter Baek apakah anda baru datang? Anda datang terlambat."

Nenek-nenek penangkap ikan datang menyambut ku.

"Ya. Saya terlambat karena saya baru kembali rumah Bapak Lee, kepala desa."
"Oh!orang-orang sekarang akan bertahan karena Anda, Dokter Baek "
"Tidak sama sekali. Nek, bagaimana punggung Anda yang sakit?"
"Setelah meminum obat yang Anda berikan Dokter Baek, saya pulih dengan cepat."
"Sangat melegakan. Setelah obat anda habis, segera datanglah dan dapatkan gantinya."
"Baiklah, tapi meskipun aku tidak pergi perawat Ha Ni akan mengurusi dan mengantarkannya untukku."
"Dimana lagi anda akan menemukan istri cantik seperti itu. Dia adalah keberuntungan Dokter Baek."
"Ya! Dia adalah keberuntungan saya. Kalau begitu, jaga diri kalian!. "

Perahu hanya datang dua kali sehari di tempat tinggal nenek dan kakek.
Di pulau ini Ha Ni cukup terkenal.
Seorang pengantin baru muda mengikuti suaminya.
Para tetua sangat menyukainya karena dia datang mengikutiku ke sini ke pulau terisolasi dan menahan kesulitan.
Memikirkan apa yang telah terjadi membuatku tertawa.
Berawal dari melayani di militer sebagai dokter kesehatan masyarakat selama kurang lebih 3 tahun, kemudian pergi ke suatu daerah dan unit, yang menyediakan layanan selektif ke sebuah pulau terpencil.
Aku bisa mendapat posisi yang lebih baik tetapi jika aku melakukannya aku ingin bekerja di tempat yang benar-benar membutuhkan layanan.
Aku ingin menemukan tempat di mana pekerjaan ku dapat membantu, tempat dimana orang lain tidak ingin mendatanginya.

Aku masih belum bisa melupakan ekspresi wajah keluargaku ketika kukatakan pada mereka dimana aku ingin bekerja,
sebuah pulau terpencil yang berjarak 5 jam dari Seoul, dan 1 jam ditempuh dengan naik perahu.
Ha Ni pada saat itu baru saja lulus sekolah perawat dan mendapat pekerjaan di rumah sakit,
ia akan datang setelah menyelesaikan prakteknya selama 1 tahun tetapi mengatakan bahwa ini tidak mungkin dengan mata sembab dan tidak makan selama beberapa hari karena menangis.
Mengatakan tidak akan mungkin bisa tinggal berjauhan dan kemungkinan dia tidak akan bisa melakukannya...
Ini karena aku sangat mencintaimu ratusan kali lebih.
Aku lebih menderita lagi ketika melihat Ha Ni menangis karena aku akan merasa sakit berpisah darinya.

Ketika matahari bersinar cerah, kau buka matamu dan memberiku sedikit ciuman di kening dengan bibir mu yang sedikit terbuka.
Ketika malam kau menatapku dengan nyaman dan tertidur sementara aku bernapas dengan berat,
Sebagian lenganmu, kakimu membungkus tubuhku,,,
Tubuhmu yang hangat dan gemuk,
Sekarang tanpa mu aku merasa kosong dan tidak bisa tidur ... Seperti orang bodoh ...
Dan kau pikir aku tidak lebih mencintaimu Sayang...

Setelah menangis, tidak makan selama beberapa hari dan membuat keributan, kau mengatakan bahwa setelah kau mahir praktik dan setelah menjadi istri dokter yang tidak malu, kau akan datang mengikutiku,
kau mengatakan ini dengan air mata dan kemudian mengizinkan ku pergi.

Ketika hari dimana aku berangkat kau berusaha keras untuk tidak menangis dengan menggigit bibir depan anda saat di dermaga Incheon,
melihat Ha Ni, hati saya terasa berat dan bahkan saya tidak bisa mengatakan agar dia tetap tinggal dan menjaga dirinya sendiri.
Tetapi hanya berbalik dan berdiri.

Meskipun baru 3 bulan, kau sudah tidak bisa hidup tanpa melihatku, mengikutiku dan datang.
Saat mendengar langkah kaki Ha Ni seluruh rumah akan tahu.
Mengatakan Seung Jo dengan suara cengeng...
Ketika kau jatuh ke dada ku, aroma yang membuat seluruh tubuh ku gila adalah yang selalu ku rindukan- tanpa bisa mengatakan apapun aku hanya bisa diam menerima ini..

Setelah sampai di rumah dinas yang benderang,,
mata cerah anak perempuan berusia 5 tahun berlari cepat dibelakangku..
Ya.
Dia adalah putri ku.

"Baek. Seung. Ha! Apakah kau tidak akan datang ke sini? Tidak ada gunanya bersembunyi di belakang ayah."
"Bu, aku minta maaf"
"Seung Ha ku, Apa yang telah kau lakukan sehingga membuat ibumu marah seperti itu?"
"Ayah! aku takut pada ibu."
"Jangan berpikir bisa membela Seung Ha hari ini. Dia merusak mainannya lagi. Gadis seperti apa yang begitu penasaran tentang banyak hal?"
"Aku sangat penasaran apa yang harus aku lakukan agar suara dan gambarnya keluar!"

Whoo, kau, membuat masalah lain dengan rasa penasaranmu itu!
Terkadang hubungan kedua orang ini terpisah, dan hari ini terjadi lagi.

"Baiklah? Apakah kau benar-benar penasaran tentang hal itu? Tetapi jika kau mencopotinya maka kau harus bisa mengembalikannya seperti sedia kala.
Sekarang, sebelum ibu menjadi lebih marah lagi kita harus mengembalikannya  bersama-sama?
Mana yang kau lepas terakhir? "

Mata yang penuh dengan rasa ingin tahu itu meraih tanganku dan mengikutiku.

"Sudah berapa kali kau melakukannya?"
Jam, radio dan terakhir mainan yang dikirim paman Eun Jo untukmu.
Sudah tidak ada cara lain! Kau harus dihukum! "

"Seung Ha, ayo kita lari!"
"Ayah, Aku juga! Ha Ha Ha "

Seorang anak dan omelan ibunya, tawa anak yang beriak-riak di sekeliling rumahku yang hangat ini.
Selalu hati ku yang dipenuhi dengan bunga ...

"Ayah, kau bermain gitar. Aku akan menyanyikan lagu 3 Beruang"
"Haruskah aku?"

Dia tahu persis apa yang harus dilakukannya ketika ibunya marah..

"3 Beruang tinggal di satu rumah. Ayah beruang, ibu beruang dan bayi beruang.
Ayah beruang kurus. Ibu beruang gemuk"
"Baek. Seung. Ha. Kau, Lagi-lagi! Bukan ibu beruang yang gemuk, tetapi ayah beruang!"
"Tidak tidak, di rumah kita ibu beruangnya yang gemuk?"
"Kau, Berulang kali mengolok-olok ibumu dengan memanggilnya gemuk?"
"Ayah suka ibu menjadi gemuk? Bukankah tidak bagus untuk ibuku yang sangat kucintai diseleruh dunia?"
"Tetap suamiku yang terbaik!"
Dia angkat ibu jarinya, Ha Ni tertawa riang. Cara ku mencintainya perlahan semakin membaik, yang berarti menjadi suami. Dan baru sekarang ini.

Setelah menidurkan anak, kami tidur berdampingan di malam hari.
Setelah seharian lelah, kami jadi membicarakan hal-hal kecil..

"Bagaimana Ketua Lee?"
"Ya, dia sudah jauh lebih baik"
"Aku sangat terkejut pada hari itu.."

Dia dalam kondisi serius, tekanan darahnya tidak dapat diperiksa dengan mesin, dia baru saja berlari lalu kemudian duduk sebentar dan setelah itu dia jatuh tak sadarkan diri.
Untungnya bantuan dari CPR cepat datang, tapi kondisinya sedang buruk sehingga dia perlu pergi ke rumah sakit yang lebih besar untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.

"Walaupun dia harus pergi ke rumah sakit yang lebih besar untuk mendapatkan perawatan, tapi karena dia percaya pada Dokter Baek, dia tidak mau pergi. Apabila hal ini terus berlanjut dia bisa mengalami hal yang lebih parah.."
"Semua nenek dan kakek memang seperti itu. Mereka berpikir jika mereka tidak bekerja sehari saja maka mereka akan mendapat masalah besar. Apakah kau pikir anak-anak mereka tahu bagaimana mereka hidup dengan bekerja keras?"
"Aku tahu ... Oh yeah! Nenek dari Mokpo memberi mu pujian Sayang pujian, karena kau teratur memberinya obat."
"Tentu saja, siapa aku? Bukankah kau pikir aku sangat sempurna, seorang Dokter Baek Seung Jo yang jenius mampu melakukan lebih dari ini?"

Ha Ni benar-benar merawat nenek dan kakek dengan sangat hati-hati.
Memijat kaki kakek yang sakit parah karena bertani.
Memeriksa dan mengirimkan obat bagi mereka yang tidak bisa datang ke klinik kesehatan.
Bahkan juga memandikan nenek.
Ha Ni bahkan mempraktekkan prinsipku untuk tidak melihat penyakitnya, orangnya,
seseorang yang bisa menangani orang lain lebih baik dari saya. Ini adalah istri ku.

Cantik.
Perlahan perasaan ku padamu mulai mendalam.
Di lengan ku wangi tubuhmu membuat bibirku gemetar dan diam-diam aku berharap aroma mu yang membuat seluruh tubuhku bergetar.
Semakin aku melihatmu semakin dalam cinta kita menyerupai lautan....

"Ring,, Ring"
Kebersamaan mereka pada waktu itu harus disudahi, karena panggilan darurat tiba2 datang melalui telepon,,

Special Baek Seung Jo's Diary Epilog part 1

-1 Tahun Kemudian-
Kkong Kkong,, Dang Dang,, aku bisa mendengar suara Hani menaiki tangga.
Suara Hani kembali memenuhi kekuatanku, bibir ku diam-diam membentuk senyuman.
"Aku pulang", kata Hani dengan suara muram (rendah energi, lemah).
Pada tahap akhir Hani belajar untuk tes nya yang membutuhkan banyak kekuatan bahkan melindungi dia dari sisi yang menyedihkan.
Whoo ~ Dia datang ke sebelah ku dengan menghembuskan napas mendesah.
Suara detak jantung Ha Ni terdengar Dari punggungku yang membuat ku merasa baik.
Diam-diam aku mengangkat tangannya dan memberikan ciuman di belakang tangannya.
Sebuah ciuman hangat dia balaskan ke daun telinga ku.
Tindakan singkat ini bisa menghilangkan kelelahan.

"Apakah benar2 sulit?"
"Yeah."
Pasti sangat sulit namun dia mengatakan tidak.
"Segera mandi dan segera istirahat!"
"Tidak, aku harus belajar lebih banyak lagi. Besok adalah tes terakhir".
"Apakah kau ingin dibantu?"
"Tidak, aku akan melakukannya sendiri"
"Ada apa dengan itu? Kau tidak meminta bantuan saya. "
"Pasti sangat sulit untuk mu juga? Aku dengar kau ada tes sistem saraf besok"

Aku tergerak oleh air mata (Ini adalah bentuk ekspresi-Dia (Baek Seung Jo) merasa tersentuh).
Hari ini aku lihat orang ini berpikir dalam dan terlihat usahanya untuk untuk berusaha sendiri.
Untuk orang jenius seperti aku, pelajaran mengerikan sekolah kedokteran hanya sedikit melelahkan.
Bahan pelajaran sekolah kedokteran sangat banyak, sehingga tidak ada yang belajar sendiri.
Entah membentuk kelompok dan berbagi informasi dengan satu sama lain atau meminjam catatan kakak tingkat dan belajar dari itu.
Ada banyak hal yang harus diingat.
Aku bersyukur atas nama cinta untuk mengenali dan mempertimbangkan ini.

"Ha Ni, lanjutkan setelah kau makan camilan ini. Ya Tuhan, Bagaimana mungkin bisa begitu sulit?
Hanya memiliki anak yang hidup nyaman dan manis sebagai gantinya. "

Ketika aku tertidur diam-diam ibu masuk.
Ibu hari ini sibuk menyiapkan makanan malam terlambat untuk Ha Ni. Pada tingkat apapun Hani ku akan menjadi babi.

"Ya, Terima kasih. Anda tidak perlu melakukan ini, Anda bahkan tidak bisa tidur, Jika saya lapar saya akan mencari sendiri".
"Tidak, tidak boleh! Ini adalah cara hidup ku. Aku hidup begitu lama tanpa bersenang-senang seperti saya mengangkat dua saudara kandung kaku "
Tentu saja ibu akan mengatakan sesuatu.

Ook! Tiba-tiba Ha Ni muntah. Ada apa ini?

"Apakah ada yg salah dengan rasanya? Apakah tidak enak?Aku akan membuatkannya lagi"
"Tidak, ini pasti karena aku merasa kurang baik. Pasti karena aku terlalu lelah"
"Kau ... pasti akan punya kesempatan baik"

Pikirani Ibu semakin menjadi. Aku lebih baik menghentikannya smp disini.

"Ibu! Tolong berhenti bicara dan pergilah ke bawah untuk tidur. Aku harus berangkat pagi2 sekali. Kau tidak perlu berbicara tentang hubunganmu dengan mertuamu ataupun dengan menantu mu krn semua org sudah tahu."
"Oh? Apakah kau terbangun karena aku? Maaf! Ha Ni! Jika kau tidak merasa baik segeralah minum obat"
Ibu merendahkan suaranya memohon pada Ha Ni dan segera pergi ke bawah.
Setelah mendengar beberapa kali alarm jam berdering Ha Ni tetap tidak terbangun.

"Bukankah sudah waktunya kau untuk pergi ke sekolah? Kau harus bangun! "

Baik, Ha Ni mengatakannya tapi saat ia menoleh ternyata dia tidak memiliki kekuatan dalam suaranya. Saat aku meletakkan tangan ku di dahinya ternyata dia demam.
Ketika aku memeriksanya dengan seksama, aku lihat ada lingkaran hitam di bawah matanya dan wajahnya terlihat tidak baik hari ini.
Sepertinya dia sakit.

"Tampaknya kau demam jd sebaiknya pergilah ke rumah sakit."
"Baiklah, setelah dari sekolah, aku akan ke rumah sakit dan langsung pulang ke rumah"


<Oh Ha Ni>
"Apa yang harus kulakukan? aku hamil, aku belum menjadi perawat dn belum mencapai apapun.
Pertama kalinya menjadi seorang ibu. Aku merasa seperti orang bodoh.
Seung Jo juga sedang sibuk belajar dan tiba-tiba jika dia tahu akan memiliki bayii pasti akan menjadi sangat sulit, kan?
Jika ibu tahu dia pasti akan menyuruhku berhenti belajar.
Apakah aku harus menyerah pada mimpiku seperti ini? Apa yang harus aku lakukan?

Aku bingung antara tidak bisa mencapai mimpiku untuk menjadi seorang perawat dengan memiliki bayi cantik.
Setelah dia datang, ibu menanyaiku.
Tampak jelas bahwa dia mengantisipasi sesuatu.
Aku hanya bilang kalau aku sakit perut dan langsung naik ke atas.
"SeungJo, Cepatlah datang. Apa yang harus ku lakukan?"

Meskipun aku sabar menunggu tetap saja Seung Jo pulang terlambat hari ini.
siswa lainnya dari kelompok belajar tinggal bersama, tetapi karena Seung Jo sudah menikah maka dia pulang meskipun terlambat.
Akankah dia bahagia jika tiba-tiba kami mempunyai bayi di tengah-tengah ujian dn kesibukan?
Sambil menunggu Seung Jo beberapa pikiran mengganggu pikiran ku.
"Aku harus menunggu sebentar dan memberitahunya setelah ujian kami selesi. Selain itu kalau aku mengatakannya sekarang konsentrasi belajarnya akan terganggu. Nak, ibu minta maaf! Bukannya ibu tidak bahagia, hanya saja ibu dan ayah agak sibuk. Maaf kan ya nak.."


<Baek Seung Jo>
"Apa yang mereka katakan di rumah sakit? Apakah kau baik-baik saja?"
"Ya"
"Minggu depan ini ujian, apakah kau yakin?"
"Ya, aku pasti akan melaluinya! Untukku, untukmu dn untuk bayi kit.." Hmmph!"
Ha Ni berbicara namun tiba-tiba menutup mulut dengan tangannya dan berhenti bicara.
"Apa?"
"Ah, gak ada apa-apa."
"Bodoh, kau sudah bekerja keras cantik, Ha Ni ku! Penderitaan tinggal beberapa hari lagi. "

Membayangkan Ha Ni diam membelai rambutnya dalam pelukanku, Aku memeluknya.
Hembusan nafas lembut Ha Ni sangat terasa di dadaku.
Aku merasa tenang setiap hari disisi Ha Ni.
Seperti cahaya kembang api secara perlahan, pertama pada dahi, kedua pada daun telinga, aku menciumminya.
Perlahan menjadi hangat. Seperti melelehi Ha Ni meringkuk ke dalam pelukanku.
Hembusan nafasnya semakin cepat yang membuatku ingin lebih dalam memeluknya, tapi dia mendorong ku menjauh.

"Apakah ada yang salah? Apakah kmu tidak suka? Sudah lama? "
"Mungkin karena aku sedikit lelah, maaf, mungkin karena tes aku tegang."

Aku merasa gelisah dan terluka, tapi melihat Hani benar-benar lelah membuat rasa kasihanku muncul.

"Kalau begitu, biarkan aku memelukmu dan tidur."

Mengapa dia seperti ini, apakah benar-benar karena ujian? Sepertinya dia mengkhawatirkan sesuatu hari ini, sepertinya dia mengalami banyak tekanan karena ujian, aku harus menghiburnya bagaimana pun caranya.


<Oh Ha Ni>
Meskipun aku berada dalam pelukan hangat Seung Jo dan mendapatkan ciuman aku tidak bisa menghilangkan kekhawatiran yang seperti pasak datang menusuk.

Apa yang harus dilakukan? Dapatkah seseorang seperti aku menjadi ibu yang baik?
Aku bukan orang berkepala tenang, berotak cerdas, rawan kecelakaan dan bagaimana jika aku juga tidak bisa menemani anak ku seperti yg terjadi pada ibuku?
Aku tidak pernah ingin memikirkan hal ini tetapi ini terus menumpuk dan memberi ku kekuatan.

"Seung Jo" Apa yang harus aku lakukan?. Aku ingin menjadi seorang ibu setelah aku mencapai mimpiku dan menjadi orang yang hebat. Setelah terjadi seperti ini- apa yang harus kita lakukan? Oh Ha Ni! Berhentilah khawatir dan rajinlah belajar! "

<Baek Seung Jo>
Aku pikir dia sudah tidur tapi diam-diam Ha Ni melepaskan dirinya dari pelukanku dan duduk di depan meja terlihat menyedihkan.
Siput Nabi Nuh menunjukkan ketekunan yang besar untuk memenuhi mimpinya, aku merasa bangga pada Oh Ha Ni tapi melihat dia menderita, sebagian dari hatiku seperti teriris-iris dengan pisau.
Aku melihat dia belajar dari belakang tanpa berkata apa-apa. Berjuanglah siputku, Oh Ha Ni
Sesaat kemudian kepalanya jatuh ke sisi meja dan meskipun waktu berlalu dia tidak bangun.

"Dia pasti tertidur meskipun ia tidak bisa terjaga sampai larut malam '

Angin mulai bertiup.
Memikirkan kemungkinan dia akan bangun, diam-diam aku menggendongnya dan membaringkannya di tempat tidur, setelah membuat soal-soal yang kemungkinan akan keluar, memeriksa hal yang mungkin salah dan memeriksa hal yang mungkin kau perlu mengetahuinya. Ini adalah hadiah kecil ku untuk mu yang lelah.


<Oh Ha Ni>
Akhirnya hari ini ujian.
Sekarang anakku dan aku telah melaluinya.
Karena kami berdua belajar anakku harus menderita juga, ketika saya menarik perut saya sedikit, terasa sakit sekali.
Aku minta maaf karena aku telah mengejutkanmu nak, maaf sekali nak dan sekali lagi aku menarik perut semuanya akan baik-baik saja.
Kau harus sangat tulus karena kau akan menjadi seperti aku.
Kau akan sangat dingin jika kau menjadi seperti Seung Jo.
Tunggu, bagaimana jika kau seperti aku sehingga kau tidak cerdas?
Tidak nak, milikilah otak Seung Jo dan warisilah kepribadianku.
Kumohon,, aku benar-benar memohon padamu nak!!!

Melakukan yang terbaik pada ujian, kata-kata tumpul Eun Jo.
Ha Ni! Setidaknya butuh pil untuk membersihkan hati mu, kata-kata ibu jika khawatir.
Makan siang ku hangat bersama ayah ku, menepuk punggung ku, satu-satunya ayah
Semua orang berkumpul berdesak-desakkan dan dengan cepat datang ke papan pengumuman hasil ujian.
Tapi kenapa aku merasa pusing? Ini tidak boleh terjadi, Aku harus kuat.
Nak! Mari kita saling menguatkan. Berjuang untuk mu juga. Seung Jo! Beri kami kekuatan.


<Baek Seung Jo>
Aku sudah menunggunya di depan tempat ujian, memikirkan aku lebih baik membawanya keluar untuk makan sesuatu yang enak.
Untungnya cuaca tidak dingin. Kau pastinya melihatku dari jauh seperti terangnya senyummu dn berlari.
Apakah kau merasa baik-baik saja?
Senyum yang mengisi hatiku seperti pemandangan musim semi dan bunga bermekaran kau datang padaku.
Sesaat hatiku berdebar dan merasa konten, tiba-tiba Ha Ni pingsan di depan ku.
Tiba-tiba hati ku tersa hancur.
"Karena terlalu banyak tekanan yang diterima oleh sang ibu sehingga dia menderita. Bayinya juga menderita, jadi sebagai suami, tolong lakukan sesuatu agar ibunya tidak stres."

Ibu? Aku merasa sepertinya ada seseorang yang memukul bagian belakang kepala ku dengan palu.

"Apakah kau sudah tahu?"
"Iya"
"Bodoh, mengapa kau tidak memberitahu ku?"
"Karena kau sedang belajar, dan aku juga belum siap"

Suara canggung dan ragu-ragu keluar.

"Apakah kau sedang mencoba menggugurkannya?"

Ha Ni pasti sangat terkejut mendengar suara marahku, sehingga dia membelalakkan mata besarnya, mengangguk dan berkata ini sambil menangis.

"Aku ... pikir ini akan menjadi gangguan ketika kau belajar, setelah kami selesai dengan ujian kami ..."

"Mengapa kau tidak percaya padaku? Kau tanggung sendiri penderitaanmu dan aku bahkan tidak tahu kau tertawa seperti orang bodoh? Mengapa kau membuat ku menjadi orang jahat ~! "

Melihat air mata yang hendak jatuh dari mata Ha Ni, aku berhenti mengatakan komentar tajam.
Mengatakan kata-kata ini walaupun aku tahu kemungkinan bayinya mendengar dan sementara itu mengabaikan mata Ha Ni.
Baek Seung Jo. Kau punya kesempatan untuk pergi ...

Sambil menundukkan kepalanya, air mata nya jatuh, dengan wajah ketakutan dan suara bergetar ...
"Bukan it ... itu,, tapi jika ibu tahu ... berhentilah belajar ... berhenti ... dia bisa bilang begitu. Aku benar-benar ingin menjadi perawat dan menjadi istri yang baik untuk mu. .. (Sesenggukan). "

Ha Ni setengah menangis dengan kata-kata setengah merengek dan tugas untuk bayi telah membebani hati saya.
Jika ia bertemu dengan pria normal maka bayinya tidak akan menderita seperti ini dan akan puas dengan apa yang dia miliki...
Jika saja aku  lebih peduli padanya ...
Seseorang yang akan menjadi dokter tidak tahu bahwa istrinya sendiri sedang hamil dan meninggalkan menderita seperti ini ...
Sesekali seperti sebuah gelombang pasang naik yang mencekikku.
Dengan diriku sendiri apa yang bisa aku lakukan untuk mengatasi hal ini dan kenyamanan bayi?
Kata-kata saya minta maaf tidak keluar, aku merasa kecil dan lusuh, dan yang bisa kulakukan hanya memeluk Ha Nii.
Dan saat aku harus tenang semua kesedihanku keluar sekaligus, menangis sedih selama beberapa saat.
Berapa lama tubuh kecil bisa menahan sakit?
Sebagai seorang suami yang bodoh dimarahi air mata membuat rasa sakit keluar.
Air mata dari seorang suami yang membiarkan istri yang dicintainya menderita sendirian keluar dari mataku.

"Sejujurnya aku khawatir dengan rasa takut. Aku takut bahwa aku tidak akan mampu melindungi anak ku seperti ibu ibuku."

Aku rasa kau lebih menderita dari yang aku bayangkan.

"Tidak apa-apa. Kau memiliki aku. Aku pasti akan melindungi mu. Tidak peduli apa aku akan membiarkanmu meninggalkan ku dulu, jadi jangan khawatir. Oke? "

Sebuah janji dan ciuman.
Kuhapus Air mata di atas pipinya dan di atas bulu matanya.
Air mata di atas dahi lebarnya juga...
Mulai sekarang jangan menangis sendiri.
Dengan menelan semua air mata pahit mu, aku telan semua rasa sakit mu...
Waktu yang kesepian di dalam air matamu aku minta agar kau menghapusnya.
Perlahan tangisan Ha Ni mulai mereda.

Dengan wajah penuh air mata dia mengatakan padaku, "Kita masih harus memberitahu orang tua?"

"Tidak, dengan agresivitas ibu kita tidak tahu bagaimana dia akan bereaksi dan kita harus menunggu sampai hasil tesnya keluar.
Setelah kita lulus dia tidak bisa menyuruh kita untuk berhenti belajar.
Ketika kau hamil aku rasa kau ingin mencoba sesuatu yang baru, apa kau menginginkan sesuatu? "

"Apakah kau akan langsung membelikan apa yang aku inginkan?"

"Tentu saja!"

"Sejauh ini belum pernah satu hari pun kau melakukannya."

Dia bertanya seperti tidak percaya dengan mata berkilat.
Apakah aku benar-benar menyukainya? Ini bukanlah sesuatu yang aku pikirkan sebelumnya.
Meskipun aku mengatakan aku mencintaimu, aku mengabaikan hal-hal kecil yang kau lakukan untukku.
Sekali lagi aku minta maaf. Mengapa cinta berarti mengatakan maaf?
Kapan kau pikir akan tiba hari dimana cinta cukup efisien untuk tidak mengatakan maaf?

"Aku ingin makan strowberi. Adakah strowberi di bulan November? "

"Pasti ada kalau di rumah strowberi. Aku akan membelinya! "

Untuk sekali saja aku ingin mencoba dan mengimbanginya sehingga aku keluar jalan di angin bulan November.

"Bu, Lihat kakak! Mengapa dia menyembunyikan stroberi yang dia beli dan berlari begitu cepat? Sangat memalukan, dia pergi cepa-cepat karena dia mengira akan ada seseorang yang mencurinya? "

"Apa? Stroberi? "

Dari belakang aku mendengar EunJo mengungkapkan keraguan dan suara ibu mulai muncul.
Seharusnya aku menyembunyikan mereka dulu dan baru kemudian masuk

"Ini, sudah kubeli strowberinya."
"Ternyata lebih lama dari yang kupikirkan, apa tidak ada disekitar sini?"
"Ya, disekitar sini tidak ada, jadi aku harus pergi ke super market.
Aku rasa aku sudah ketahuan Eun Jo, jadi cepat makanlah!."

"Benarkah? Jadi kami berdua harus menghabiskannya?"

"Tidak usah membaginya! kau habiskan semuanya sendiri. Apakah ada lagi yang ingin kau makan?"

Tiba-tiba saja hatiku merasa jika mata Ha Ni bersinar seperti bulan terang.
Cahaya bulan itu menerangi hatiku dan menyebar keseluruh tubuhku.

"Ha Ni! Seung Jo!"
Ibu sangat cepat dan suaranya seperti menghantam bagian belakang kepalaku.

"Apakah kalian berdua menyembunyikan sesuatu? Jawaban sebenarnya ~ Ha Ni sedang hamil, benar? "

Terjebak keingintahuan membuat satu kata bodoh keluar.

"Ya",

"Benar? ternyata firasat ku ~! HA HA HA Mengapa Kalian menyembunyikan hal membahagiakan ini?
Aku merasa sakit hati. "

"Sejujurnya ... aku ... pikir ibu akan mmenyuruhku untuk berhenti belajar"

Seberapa menyesalpun Ha Ni, ibu tidak meresponnya dan tanggapannya hanya dengan menundukkan kepala.
"Hei, Mengapa aku tidak mengizinkan mu belajar? Usaha mu belajar keras akan sia-sia, ketika keinginan mu dimulai itu akan istirahat sehingga tidak apa-apa, dan pada saat bayinya lahir di bulan Agustus akan istirahat lagi, jadi sangat sempurna!
Seung Jo, seperti yang diharapkan kau sangat jenius untuk mengatur waktunya.! "

Dalam sekejap ibu sudah menjadwalkan segalanya.
Dia selalu sibuk.  Meskipun itu terlalu cepat tapi tidak masalah.

"Jangan pernah menkhawatirkan apapun dan lahirkan saja bayi yang sehat.
Ibu akan mengurus semuanya "

"Jangan pernah memakaikan bayinya dengan baju perempuan lagi."

"Tidak! Ibu tidak akan pernah melakukan hal itu lagi.
Ha Ni akan melahirkan seorang gadis cantik? Ya kan Ha Ni?"
"Apa yang sedang kau lakukan? Cepat hubungi ayah mu."
"Eun Jo! Kau juga, pikirkan beberapa nama bayi"!
Ah, kita harus mengambil foto perayaan! "

Suara dengungan keluar dari ibu yang diikuti oleh kebahagiaan yang memenuhi seluruh rumah.
Kesengsaraan yang awalnya datang kini telah telah disinari dengan kebahagiaan.

untuk mu juga nak,,,